Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2009

PW PII Evaluasi Pendidikan Gratis

Jumat, 20-11-09 | 20:18


MAKASSAR, FAJAR.co.id -- PENGURUS Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulsel, mengkritik program pendidikan gratis milik Pemprov Sulsel. Program ini dianggap tidak memiliki sandaran konsepsi yang jelas bahkan sebatas formalitas belaka.

"Dalam mencapai tataran kebijakan, pendidikan gratis tidak memiliki
syarat yang komprehensif dan kuat. Apalagi mencapai tataran konsepsi tidak ada sama sekali sandaran konsepsinya," kritik Ketua PW PII Sulsel, Nugrah Yatna Utama, saat bertandang ke redaksi Harian Fajar. Nugrah Yatna didampingi Bendahara PW PII Sulsel, Nur Ikhsan.

Menurut Nugrah Yatna, pihaknya telah melakukan telaah kritis terhadap program pendidikan gratis. Ada sejumlah kelemahan yang mereka temukan. Misalnya, perhatian terhadap pendidikan usia dini yang masih kurang, ruang sempit bagi yang kurang mampu untuk lanjut ke pendidikan tinggi. (ram)

Selasa, 03 November 2009

Organisasi Pelajar Dukung Gerakan Peduli Padang

Selasa, 06-10-09 | 00:38

MAKASSAR, FAJAR.co.id -- Tiga organisasi pelajar di Sulsel mendukung program Gerakan Peduli Padang yang digagas Gama College. Ketiga organisasi itu adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulsel, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulsel, dan Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulsel.

Dalam pertemuan di kantor Gama College Senin, 5 Oktober kemarin, ketiga organisasi itu bersedia mendukung gerakan peduli untuk Padang.
Pertemuan yang dipimpin Dirut Gama College, AM Iqbal Parewangi itu antara lain dihadiri Nugrah Yatha Utama dari PII, Zamri dari IPM, dan Rahman Haq dari IPNU.


"Energi dan empati kemanusiaan harus terus diradiasikan. Banyak cara termasuk dengan menggugah sesama untuk membantu meringankan beban para korban bencana di Padang," kata Iqbal dalam siaran persnya yang diterima Fajar malam tadi.

Untuk penggalangan dana, Iqbal menegaskan pentingnya tiga prinsip. Pertama manajemen terbuka dan akuntabel dengan menggunakan kwitansi donasi rangkap tiga. Kedua, semua bantuan disalurkan kepada korban bencana di Padang. Dan yang terpenting, kata dia, tidak ada sepeser pun bantuan itu untuk dikorek-korek.

"Untuk penggalangan bantuan, seluruh biaya operasional ditanggung Gama College," tambahnya.
Ketua PII Sulsel, Nugrah Yatna menyambut positif gerakan sosial ini. Ia mengatakan kegiatan ini membuktikan organisasi pelajar kembali berdinamika bersama dalam kegiatan sosial kemanusiaan.


"IPNU juga mengapresiasi terbentuknya gerakan kemanusiaan pelajar ini," tambah Sekretaris Umum IPNU Sulsel, Rahman Haq.
Ketiga organisasi ini juga mengetuk kepekaan sosial pelajar se-Sulsel guna membantu pelajar yang menjadi korban gempa di Padang, Sumatera Barat. (rls)

Rabu, 26 September 2007

Belajar Jadi Pemimpin yang Islami

FAJAR
(25 Sep 2007)

Pembukaan Leadership Basic Training (LBT)MENGISI liburan selama bulan Ramadan gak selalu hanya di rumah. Bisa juga diisi untuk sesuatu yang lebih berguna untuk masa depan kita loh.

Ada yang bilang masa depan negara kita ada di tangan para remaja. Karena emang bakalan kita-kita nih yang menjalankan negara kita. Pastinya bakalan ada diantara kita yang jadi pemimpin.

Nah untuk itu Pelajar Islam Indonesia (PII) udah buat pelatihan bagi remaja Makassar calon pemimpin masa depan. Leadership Basic Training ini baru dibuka hari Senin tanggal 24 September kemarin.

Acara yang dilaksanakan di SMA Nasional Makassar ini diikuti oleh sekitar 40 siswa dari berbagai sekolah yang diundang. Bahkan ada juga loh peserta yang berasal dari Sinjai. "Kegiatan ini udah jadi program kami tiap liburan sekolah. Ini bertujuan untuk membentuk jiwa pemimpin yang lebih islami dan juga sekaligus untuk menghimpun kader PII yang fresh," ujar Ime' Ketua Seksi Acara LBT ini.

Acara ini bakal terus dilaksanain selama enam hari, sampai 30 September mendatang. "Kita mengisi kegiatan para peserta dengan materi yang berhubungan sama tema kita From Zero To Hero. Selain itu juga kita membiasakan peserta untuk disiplin dan berkegiatan dengan bersama-sama. Maka akan membentuk rasa kebersamaan," jelas Fikar, Ketua Panitia LBT.(rek2)